Bismillahirrahmanirrahim….
Sepertinya udah lama banget ya saya tidak nulis di sini. Well, sudah lebih dari setahun saya kira. Time changes everything and one year is a very long time……………..
Di tulisan sebelum ini, saya bercerita tentang asyiknya liburan bersama keluarga ke Pulau Belitung. Saya belum pernah bercerita tentang bagaimana kehidupan saya setelah itu sampai sekarang saya bisa berada di sini. So, let met recap it.
Hari-hari saya—setelah hari-hari itu—berubah cukup signifikan. Bagaimana tidak, sekarang saya hidup sendiri. Jauh dari orang tua, jauh dari keluarga. Bahkan saya tidak punya satupun sanak saudara yang tinggal di daerah saya tinggal. I’m totally alone.
Lalu di sini, di tempat yang telah saya impikan selama beberapa tahun silam, saya bertemu dengan banyak orang-orang baru. Mereka semua…………. hmmm, unik. Ya, sepertinya unik adalah kata yang tepat untuk mendeskripsikan mereka.
Mari mulai dengan teman kost saya. Kami dipertemukan secara tidak sengaja di Jalan Cisitu Lama IX No. 22. Di dalam bangunan dua lantai itu kemudian kami menghabiskan sebagian besar hari-hari kami. Mereka adalah Marissa Novita (Icha), Emilia Betaubun (Emil), Grace Triana, Anggita Vania, Dian Wulandari, dan Gina (yang akan menyusul kami semester depan). Hidup bersama mereka adalah menyenangkan. Nggak kebayang bakal jadi kayak apa kalau saya hidup di kosan sendirian tanpa mereka *cikiciiiiiw*. Mereka memiliki personality yang beragam. Mulai dari Icha yang keibuan dan tegas, Emil yang selalu sukses bikin orang-orang di sekitarnya ketawa, Grace yang tertata dan rapi dimanapun dan kapanpun, Anggita yang mandiri dan independen, Dian yang super menye-menye, dan Gina (walaupun belum resmi masuk anggota kostmates *dilantik dulu ya gin, hehe*) yang heboh tapi super ngangenin.

saya, icha, emil, grace. masih semester satu, masih "rapi", hehe

anggita, saya, mama saya, grace, emil, icha. di konser ISO *first debut singing in choir in front of many people
*

itu dian yang paling kiri, hehe. watching basketball (FTI vs FTTM)
Kehidupan perkuliahan di tahun pertama ini menurut saya masih mirip SMA. Mungkin karena pelajarannya yang kebanyakan mengulang pelajaran SMA (tapi dengan pendalaman dan metode yang jauh lebih sulit). Jadwal kuliah masih relatif teratur, tugas masih manusiawi, tapi sayangnya masih menuntut saya untuk bangun pagi hampir setiap hari -____-
Awalnya memang terasa menyebalkan. Tiap malam merasakan homesick, tiap weekend pengennya Jakarta Jakarta Jakarta. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, ditambah kesibukan di sana dan di sini, akhirnya sedikit demi sedikit saya mulai melupakan kerinduan saya akan rumah. Saya mulai betah tinggal di Bandung, saya sudah merasa bahwa ini juga rumah saya.
Selain kostmates, hidup saya di sini juga diwarnai oleh teman-teman sekelas saya di FTI-A. Mereka adalah 75 orang super amazing yang pernah saya kenal. Walaupun sering bikin dosen marah, dan bikin ribut di kelas, kami cukup kompak. Persaingan di sini cukup ketat, tapi persaingan yang sehat kok, nggak ada yang MT *hehe*. Nah, merekalah yang mampu membuat saya bertahan di tengah badai ujian yang datang silih berganti.

FTI-A, foto studio di Jonas Photo. katanya belum gaul kalau belum foto di situ, hehe
Untuk TPB (tahap persiapan bersama), (mayoritas) UTS diselenggarakan setiap hari Jumat. Jadi hidup di ITB itu seperti siklus seminggu yang tiada henti. Dari hari Senin-Jumat belajar buat UTS hari Jumatnya, hari sabtu-minggu full main-main+istirahat, dan begitu seterusnya. Kebayang kan gimana hectic nya hidup di sini. Kami masih dihadapkan oleh penjurusan di akhir semester 2. Bagi yang mengidamkan jurusan dengan passing grade tinggi, tekanannya pasti lebih besar (termasuk saya). Pasti ada masa di mana saya menemui titik jenuh dan titik stress, saya sendiri heran saya masih survive. Di kehidupan saya yang baru ini, saya juga berkenalan dengan KOPI secara lebih akrab. Saya yang emang dasarnya kalong, sebenernya nggak ada masalah dengan begadang sampai pagi buat belajar. Tapi siapa coba yang mendambakan hidup seperti ini??
Untuk urusan belajar, di kehidupan perkuliahan ini saya prefer belajar rame-rame sama temen-temen saya. Mungkin karena emang jarak tempat tinggal satu dengan yang lain berdekatan, ditambah dengan pelajarannya yang terlalu sulit untuk dipelajari sendiri, dan sudah tidak bimbel. (FYI, masih ada loh bimbel buat anak kuliahan) Kosan saya kerap dijadikan “basecamp” belajar, mungkin karena ada meja gede di ruang tengah dan PW aja buat belajar. Walaupun sering kena marah sama bapak penjaga kosan karena terlalu berisik, saya tidak kapok tuh bawa teman buat belajar bareng, hehe. Asal tau diri aja, jangan sampe ngeganggu kakak-kakak satu kosan.
Kemudian tolong izinkan saya mengenalkan orang-orang yang juga telah mewarnai hidup saya satu tahun ini, yang membuat saya bertahan menghadapi semua ini, yang menyelipkan senyuman dan meluruskan kerutan di kening saya. Saya menghabiskan banyak waktu saya dengan mereka, dari mulai belajar, jalan-jalan, karaoke, nonton, makan-makan, belanja, dan tentunya membuat dosa dengan berGOSIP *fufufu*. Teman saya, Dani, mendeskripsikan kami dengan sangat apik di tumblr nya. Bisa dilihat di sini. Yaaaa, kira-kira artikel itu cukup menggambarkan gimana kami lah (plus foto-foto aibnya juga), hehe. I love you full lah Caca, Icha, CF, Dani, Ache, Bibil, Gina, Fira, Denissa, Reni. :-* I can’t imagine what my life would be without them.

minus denissa. abis karaoke gila di nav ciwalk :p

hmm, saya lupa kapan foto ini diambil, yang jelas ini di tengah jalan dekat CC Barat

di kamar Gina, foto pake webcam, superlabil2010
Ya begitulah….. that’s all i want to say. Bingung mau nulis apa lagi, mungkin karena udah lama banget nggak nulis ya…. Kalau sempat, saya akan menjelaskan secara lebih detail lagi tentang kehidupan saya ini di tulisan selanjutnya. Yah, doakan saja mood menulis itu tidak cepat pergi…..
see ya
Back To Normal :)
15 Markembali ke rutinitas…
dua hari menjalani tes gila, PMBP ITB Daerah. gimana kesan gue? ya gitu lah. yang jelas lega 100%…
tinggal menunggu hasil, semoga semua berjalan sesuai dengan harapan. Amiiin
nggak mau berkomentar banyak tentang soalnya, takut berpengharapan terlalu tinggi atau sebaliknya.
Ruang 1 SMA Labschool Jakarta. di meja baris kedua dari kanan paling belakang. nomor peserta 095401006.
kesan gue yang lain, gue kagum sama panitianya. tanggap dan sigap (apaan sih?)
pengawasnya tidak pernah mengganggu konsentrasi peserta, tes berjalan (sangat) tepat waktu sampai detik-detiknya.
pokonya gue salut sama panitianya.
semuanya, terima kasih atas doa dan dukungannya… Semoga kita semua dapet yang terbaik. Amiiin!!!
*utul UGM dan UAN menanti*