Hari Ke 7 – Sabtu, 28 Juni 2008
Thawaf Sunah
Selepas Sholat Subuh yang penuh dengan rasa ngantuk, gue melaksanakan Thawaf Sunnah. Sedangkan nenek gue Thawaf Wada’. Travel memberi kesempatan untuk Thawaf Wada pukul 11.00. Sebelum Sholat Zuhur. Dengan pertimbangan, kami masih dapat melaksanakan Sholat Zuhur di Masjidil Haram. Namun, karena khawatir akan kesehatan nenek gue kalau melaksanakan Thawaf wada di tengah siang bolong kaya gitu, jadinya nenek gue Thawaf Wada ba’da Subuh. Kami hanya menemani dengan niat Thawaf Sunnah.
Gue thawaf bareng nenek, sedangkan nyokap bareng Via. Awalnya, sekitar Ka’bah masih sepi. Tapi lama-lama, orang-orang mulai berdatangan membuat suasana jadi sangat ramai.
Thawaf Wada, perpisahan dengan Masjidil Haram
Gue kira bakal panas banget, Thawaf di siang bolong kaya gitu. Tapi ngga tau kenapa, rasanya adem adem aja. Kali ini gue thawaf bareng nyokap. Wuidih, rasanya ini adalah Thawaf paling khusyu’ yang pernah gue lakukan. Gue berdoa apa aja di sana. Gue udah kayak curhat sama Allah.
Sempet Sholat di Hijir Ismail juga. Ya ampun, penjaganya galak banget. Gue didorong-dorong tanpa perikemanusiaan. Huh.
Memperhatikan motif tudung ka’bah. Banyak kaligrafi Allah di sana. Bagus banget.. Mencoba untuk mendekatinya dan menciumnya.. Aah, wanginya..
love love love..
Selesai Thawaf, seperti biasa, Sholat Sunat Thawaf. Namun kali ini doanya berbeda. Kami dianjurkan untuk berdoa kepada Allah agar kunjungan kali ini tidak menjadi kunjungan yang terakhir. Kalaupun yang terakhir, semoga Allah menggantinya dengan surga.. Amiiin
Gue Sholat Zuhur, dilanjutkan Sholat Ashar jama takdim, Sholat Sunnah Ba’diyah dan Sholat Mayat seperti biasa. Lalu melangkah pergi meninggalkan Masjid dengan berat hati… Melihat Ka’bah untuk terakhir kalinya dalam kunjungan kali ini. Ah, rindu sekali dengan masa-masa itu…
To Jeddah (again)
Setelah makan siang dan packing, dengan menaiki bus, kami berangkat menuju Jeddah. Menghabiskan malam terakhir di Arab Saudi dalam kunjungan kali ini.
Dalam perjalanan, kami mampir ke peternakan unta terlebih dahulu. Tempat sederhana dan bau. Gue nggak suka singgah di situ terlalu lama. Adek gue dan para ibu-ibu menyediakan sebuah botol kosong dan membeli susu unta. Satu botol hanya lima real. Susu unta tak mempunyai rasa. Seperti susu putih low fat. Tapi susu ini berkhasiat mengeluarkan racun dari dalam tubuh. Namun, yang belum terbiasa mengonsumsinya bisa terkena dampak sakit perut.
Masuk Kota Jeddah, kami dibawa berkeliling. Pertama melihat Masjid tempat pelaksanaan Qisash. Ternyata pelaksanaan Qisash tak sesadis yang gue kira. Kalau pihak korban mau memaafkan, maka Qisash tidak akan dilaksanakan, namun sang pelaku harus mengganti rugi. Sebelum dilaksanakan Qisash, dia juga diberi kesempatan untuk melunasi utang dan segala tanggungannya. Jadi ngga seserem dan sesadis yang gue bayangkan..
Melihat makam Siti Hawa. Wow. Makamnya gede banget. Katanya sih Nabi Adam lebih gede lagi daripada Hawa. Hawa tingginya cuma setengah Nabi Adam.
Karena kamar di hotel belum siap, jadi kami diajak ke pusat perbelanjaan Al Balad terlebih dahulu. Semua orang sibuk berburu parfum dan berbagai macam barang untuk dijadikan oleh-oleh. Jeddah memang terkenal dengan parfumnya yang berharga murah. Toko yang kami kunjungi adalah Toko Amir dan Toko Ali Murah. Yang punya emang orang Indonesia. Tapi barang-barang dan harganya emang cihui abis.
Selain seluruh pelayannya bisa berbahasa Indonesia, toko-toko ini sangat lengkap, dan mau menerima uang rupiah dan dollar. Dengan 1 real = 2500 rupiah.
Datang di Hotel Marriot dengan bawaan tas belanja sebogem. Langsung makan malam dengan makanan yang enak banget! Puas banget deh makan malem di sini… Bikin tidur jadi nyenyak, siap menghadapi esok hari…
Hari ke 8 – Minggu, 29 Juni 2008
Karpet ada di mana-mana
Usai sarapan, sudah ada sebuah mobil coaster menunggu di depan hotel. Mobil itu disediakan oleh sebuah toko karpet. Dia menjemput kami untuk menengok barang dagangannya. Sumpah, niat banget nih orang jualannya.
Sampe di toko karpet yang nggak terlalu luas itu, kami disambut oleh karpet-karpet yang memenuhi setiap sisi ruangan. Nyaris ngga ada satu cm pun bagian dari ruangan itu yang nggak tertutup oleh karpet. Gue ngambil tempat duduk di gulungan karpet di pinggir ruangan. Sang pemilik toko mulai menunjukkan kelihaiannya menghasut orang-orang untuk membeli karpetnya.
Dia mulai mengeluarkan satu per satu barang dagangannya yang terhandal. Dari berbagai macam bahan. Dari wol sampai sutra. Dari buatan mesin, sampai handmade. Harga yang ditawarkan sebenernya ngga jauh beda sama karpet di Indonesia. Tapi pilihan yang disediakan lebih banyak dan harga yang dipasang sudah termasuk ongkos kirim. Jadi, dengan membayar harga itu, karpet sampai di rumah dalam beberapa hari.
Nyokap gue membeli sebuah karpet bundar untuk ruang TV. Katanya buat kenang-kenangan umroh.. Hahaa..
Al Balad dan At Talia
Setelah puas melihat-lihat karpet, mobil coaster tadi mengantar kami ke Al Balad (lagi). Tempat ini emang ngga ada habisnya untuk dijelajahi. Hampir segala jenis barang ada di sini. Kali ini, gue dan adek gue membeli sebuah baju seharga 40 Real motif garis-garis yang kocak. Nyokap dan nenek gue beli pashmina.
At Talia adalah destinasi kami selanjutnya. Namun kami tidak turun karena sangat panas. Tempat perbelanjaannya yang outdoor dan jarak antara toko yang satu dan toko yang lain cukup jauh, membuat kami melanjutkan perjalanan. Tidak seperti Al Balad, At Talia adalah tempat berbelanja barang barang branded.
Let us go home
Sekitar pukul 15.30, kami check out dari hotel. Mampir ke Masjid terapung di Laut Merah terlebih dahulu.
Sebenarnya sih, masjidnya nggak bener-bener terapung. Cuma letaknya aja yang ada di tepi Laut Merah. Masjidnya berdiri di atas tiang-tiang biasa kok. Sama sekali nggak ngapung. Emang lebay tuh yang ngasih nama.
Lanjut, kami ke bandara dan pulang kembali ke tanah air… Ah, gue bakalan kangen banget sama negara ini…





mudah2an alloh swt kasih rezeki biar sekeluarga bisa umroh lagi, karen sebaik-baiknya perjalanan didunia ini tidak ada yg lebih baik dari dua tanah harom makkah-madinah
thanks. Amiiin…