I don’t know where to start. The only thing I know is that I really want this since I was a child.
6 Desember 2008
Aku dan ibuku mengikuti seminar “Sosialisasi USM ITB” di Gedung Indosat. Pembicaranya langsung dari Bandung, ketua panitia USM. Dalam seminar itu dijelaskan dengan sangat jelas jalan-jalan yang dibuka untuk bisa masuk ITB.
Saat itu, aku memutuskan untuk ikut Penelusuran Minat Bakat dan Potensi (PMBP) ITB di Daerah. Dan mulai saat itu aku tersadar bahwa tes ITB makin dekat, aku harus belajar keras…
Awal Semester 2 Kelas XII
Aku mengikuti intensif USM ITB di bimbel Cipro Quantum. Alhamdulillah, sejak saat itu aku mulai menyicil review belajar dan terus latihan skolastik serta hal lain yang akan diteskan.
Selanjutnya, aku rajin ikut try out USM ITB di berbagai tempat. Kalau dihitung-hitung sampai 3 kali (belum termasuk try out Cipro). Hasil dari try out-try out itu cukup memuaskan. Aku jadi termotivasi. Tapi aku masih takut… Dari semua try out yang aku ikuti, tidak ada yang menyediakan latihan psikotes. Sedangkan hasil psikotesku yang terakhir sangat kurang memuaskan. (dibilang nggak bakat teknik.huhu) Aku pun melatihnya dengan membeli buku psikotes dan latihan psikotes (sambil iseng-iseng) di internet.
Try out yang menurutku paling mengesankan adalah try out terakhirku, tanggal 8 Maret 2009, seminggu sebelum tes. Yang mengadakan BTA, bekerja sama dengan Universitas Alazhar Indonesia dan Republika. Setelah try out, kami tidak langsung pulang begitu saja. Kami diberi penjelasan dan motivasi oleh kakak-kakak dari ITB. Aku ingat, waktu itu kami diperlihatkan video OSPEK di ITB. Rasanya dadaku bergetar dan bulu kudukku naik. That is what I want. I want to be there. Selain itu, kami diberi semacam permainan dimana jika kami ditanya “siapa kalian?” maka kami harus menjawab “ITB 2009!”. Wow! Siapa saja bila melakukan permainan ini dengan sepenuh hati sambil melihat kakak-kakak berjaket hijau toska pasti akan bergetar hebat.
14-15 Maret 2009
Seminggu pun berlalu, tiba-tiba aku sudah duduk di kursi yang cukup familiar. Ruang 1 SMA Labschool Rawamangun. Di depanku ada kertas yang akan mengantarkanku menggapai cita-cita. Aku menarik napas dalam-dalam, sambil menutup mata dan berdo’a, “Ya Allah, berilah aku yang terbaik…”. Lalu aku membuka mata pelan pelan, menghembuskan napas dan membatin kencang “ITB 2009!”. Serangkaian tes pun aku lalui dengan lancar.
Menjelang pengumuman…
Selama 2 minggu setelah tes ITB, aku jadi malas belajar. Sepertinya tes ITB itu merupakan klimaks dari kehidupan belajarku di SMA. Aku yang biasanya di bimbel sampai hari gelap jadi lebih memilih tidur-tiduran sambil menonton sinetron “Kepompong” di rumah. Aku yang biasanya tidur minimal jam 12, jam 8 udah di tempat tidur. Yah, kasihan fisikku. Biarlah dia beristirahat sejenak.
Minggu setelahnya aku mulai tobat. Buku-buku mulai kubuka untuk belajar UTUL UGM. Tapi entah kenapa, tidak seperti SIMAK UI dan PMBP ITB, kali ini aku sudah tidak punya semangat lagi. Semangatku entah menguap atau menyublim setelah dua tes itu.
4 April 2009, pengumuman SIMAK UI. Alhamdulillah, aku dapat diterima di Teknik Kimia UI. Aku langsung mengurungkan niat untuk ikut UTUL UGM. Aku tidak mau memakan jatah orang lain. Lagipula, UI sudah sangat cukup…
8 April 2009
Hari itu terasa sangat panjang. Pukul 00.00 aku stand by di depan laptop. Refresh berulang kali pada web ITB dan inbox emailku. Namun tidak ada yang berubah. Pukul 01.00 aku menyerah dan tidur. Mungkin bukan malam ini. Mungkin nanti siang atau sore.
Benar saja, pukul 05.00 aku login account dan diumumkan bahwa hasil ujian akan keluar pukul 10.00. Yah, ternyata aku harus membuka pengumuman itu di sekolah. Selesai PRA-UN di sekolah, aku makin dag dig dug. Di sekolah, aku membuka web ITB dari handphone tapi sungguh lambatnya minta ampun. Entah berapa ratus atau berapa ribu orang yang sedang membuka web itu.
Sementara itu anak-anak di kelasku heboh. Semuanya, baik yang ikut tes ITB maupun tidak, heboh menunggu pengumuman ITB. Saat pelajaran Biologi, aku tidak bisa konsentrasi. Mataku tidak bisa lepas dari handphone. Pengumuman itu belum keluar juga.
Sampai pergantian pelajaran. Aku tidak nyaman dengan suasana di kelas, lalu aku memutuskan untuk pergi ke perpustakaan. Di sana tidak begitu ramai. Dari tiga komputer, dua sedang tidak dipakai. Aku dan Clara menggunakan salah satu komputer dan mencoba lagi. Tapi belum ada yang berubah. Mau login account pun tidak bisa.
Papa SMS kalau pengumuman diundur sampai pukul 14.00. Tapi aku malas kembali ke kelas. Aku stay di sana menunggu sesuatu yang tidak pasti. Tapi tiba-tiba, sekitar pukul 12.15, web ITB sedikit berubah tampilan. Tersedia link dengan tulisan “pengumuman PMBP ITB di daerah”. Aku dan Clara langsung heboh. Aku memanggil-manggil anak-anak di perpus yang lagi nunggu pengumuman juga. Kami segera memutuskan siapa yang akan melihat pengumumannya terlebih dahulu. Aku mengajukan diri.
Pelan-pelan, aku masukkan nomor ujianku, 095401006. Lalu aku tekan enter………..
Beberapa saat kemudian, muncul tulisan “Anda dinyatakan dapat diterima di Fakultas Teknologi Industri (FTI) ITB.“
Wow! Badan gue bergetar hebat. Perasaan gue campur aduk. Yang gue inget, gue langsung berdiri dan disambut oleh uluran tangan dan pelukan teman-teman gue. Gue nggak bisa nangis saking bahagianya. Ini yang gue mau dari dulu. Ini yang gue cita-citakan sejak kecil. Inilah hasil dari belajar gue………………….
(maaf, bahasanya jadi nggak baku lagi deh.hehe)
Wow! Lalu gue mengecek lagi dari handphone. Ya, hasilnya masih sama. Tidak ada yang berubah.
Orang kedua yang melihat pengumuman lebih heboh daripada gue. Dia loncat-loncat kegirangan sambil berkata ke gue, “Ke kampus yok re!” wuaduuuh.. Clara dapet SAPPK. Temen-temen gue yang lain banyak yang dapet, tapi ada juga yang nggak.
Gue cuma berpesan, jangan menyerah dalam mengejar cita-cita lo. Masih ada PMBP ITB terpusat, masih ada SNMPTN. Cepat atau lambat tetap ITB kok, nggak ada yang beda. Ayo cepat nyusul gue ke ITB!
Bel berbunyi. Gue cepat-cepat ke kelas. Teman-teman sekelas gue langsung menyambut dengan jabatan tangan dan pelukan. I can’t describe my feeling… I think that will be one of the best moment in my life… Thank you guys, I wish you all the best
Gue langsung ke masjid untuk Shalat Zuhur dan sujud syukur. Ya Allah, terima kasih banyak engkau telah mengabulkan doa-doaku… Aku berjanji akan menggunakan kesempatan yang telah kau berikan kepadaku dengan sebaik-baiknya. Aku berjanji akan menggunakan ilmuku untuk banyak hal yang berguna… :’) terima kasih ya Allah…
Singkat cerita, sepulang sekolah gue langsung ke cipro untuk berterima kasih kepada semua guru yang telah mengajari gue. Sampai di rumah, gue dipeluk bokap, nyokap, dan adik.
Kalau gue dikasih kesempatan untuk menyampaikan pidato selayaknya artis-artis yang baru dapet Panasonic Award, I think it would be, “Alhamdulillahirabbilalamiin… I dedicated this especially for my parents (thank you for giving me all that I need, thank you for always loving me, thank you for always inspiring me. I loooooooooooove you mom and dad), my sister (I know you always support me), my teachers (big thank you for you. You’re my heroes.), my friends (thank you for accompanying me study. I wish you all the best), and my big family.”
Ya begitulah, perjuangan gue selama ini telah terbayar. Terbayar oleh Fakultas Teknologi Industri Institut Teknologi Bandung
P.S.: Tanggal 20-24 April UAN. Wish me luck (again) guys ^^. Ayo teman-teman kita belajar!!!!!

Ah si Rea makasih udah doain gw lewat FB hehe.
congrats ya re!
terima kasiih
ayo semangat UAN seminggu lagiii!!!!
5hari lagi
reaaaaaaaaaaaaaaaaa, gua bercucuran air mata :”)
hiks hiks
haduh kalo dijadiin film pasti menggetarkan banget nih
re, hati hati lo disana, baik baik ya sama putra , hehehe
nanti jangan lupa lo kalo hajatan undang undang gua.
love YOU!
Hi, good post. I have been thinking about this issue,so thanks for sharing. I’ll certainly be coming back to your blog. Keep up the good work
thanks for the compliment