Hari itu terasa sangat panjang. Seakan dalam satu hari ada 30 jam. Semua terjadi pada hari itu. Senang, sedih, bangga, dilema, semua campur baur jadi satu. Argh, aku memang tidak punya pendirian.
Seakan mendapat durian runtuh. Durian yang jatuh sendiri dari pohonnya akibat sudah masak.
Aku sendiri yang menanamnya. Selama dua setengah tahun aku menjaga dan merawatnya dengan baik. Aku sirami, aku beri pupuk, aku berantas semua hama yang berani mendekat.
Sekarang aku dapat merasakan hasilnya. Buah itu jatuh sendiri!
Namun, kalau aku memakannya sendirian (dan memang harus sendirian), tetanggaku yang mengalami gagal panen bisa sakit hati.
Tapi aku bisa saja melakukan sesuatu yang lebih parah. Aku bisa membuang durian itu karena pada kenyataannya…….aku tidak suka durian. Aku lebih suka yang lain. Buah lain yang aku tanam, namun belum terlihat hasilnya. Mungkin sekitar dua bulan lagi.
Karena aku tidak suka durian namun aku tidak mau merelakannya, aku bisa saja membiarkannya membusuk, lalu bakterinya bisa menghabisi ladang lain yang baru saja mulai ditanami. Bila buah idamanku itu akhirnya matang, durian itu pasti akan aku buang. Durinya bisa saja melukai orang lain.
Karena keserakahanku, seribu orang bisa terkena akibatnya. Namun, apakah hatiku cukup tega membiarkan itu terjadi?
Untungnya tidak.
Akhirnya, aku berikan buah itu kepada orang lain. Lalu aku akan dengan sabar menunggu buah idamanku itu matang. Aku akan merawatnya sebaik yang aku bisa.
Aku lupakan segala kenikmatan dari durian runtuh itu. Seakan tidak pernah terjadi apa-apa. Life goes on. Pada akhirnya aku akan memilih untuk menunggu buah idamanku itu. Walau aku harus memanjat hingga puncak tertinggi. Apapun akan kulakukan untuknya.
Untuk GANECA 10! Yeah!

Twilight Fever
4 01 2009Sabtu, 3 Januari 2009
Hmm, masih agak canggung mencantumkan 2009. Beberapa bagian otak gue, entah seberapa besar itu, masih membimbing gue untuk mencantumkan 2008.
Anyway, gue lagi bener-bener gila sekarang. Gila Twilight. Both the novels and movie. Gue ngga pernah se-addict ini setelah “kehilangan” Harry Potter. Untung Tuhan menciptakan JK Rowling dan Stephenie Meyer.hehe. Kalo nggak hidup gue bisa basi. Bisa-bisa bacaan orang-orang di dunia cuma “Romeo and Juliet” Read the rest of this entry »
Comments : 5 Comments »
Categories : COMMENTS, CURHAT, REVIEW